Maulid Nabi 2022 dan Gaung Ekonomi Syariah di Indonesia

Maulid Nabi 2022 dan Gaung Ekonomi Syariah di Indonesia

EKISNEWS – Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan Peringatan Maulid Nabi pada 12 Rabiul Awal 1444 H menjadi momentum untuk mengakselerasi ekonomi syariah.

Erick yang juga menjabat sebagai Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) menyoroti momen Silaturahim Kerja Nasional (Silaknas) yang bertepatan dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW atau Maulid Nabi. Momen Maulid Nabi 2022 yang menjadi berkah bagi umat Islam yang harus dijalankan dengan penuh semangat untuk berbuat lebih baik lagi.

“Maulid adalah momen spesial bagi umat Islam. Semangat maulid adalah momentum yang tepat bagi MES untuk memperkuat kolaborasi demi akselerasi perekonomian syariah yang berkontribusi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Erick dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, dikutip Antara.

Erick mengungkapkan sejumlah pencapaian perekonomian syariah nasional yang digagas MES. Capaian itu di antaranya peluncuran Indeks IDX-MES BUMN 17 sebagai inisiatif bersama MES, BEI, dan BUMN dalam pengembangan pasar modal syariah. Selain itu MES menggelar “Roadshow” Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah.

Bacaan Lainnya

“Dengan capaian penerima manfaat 18.365 orang, 64 kali, 30 kota, 5 negara, dan 330 investor baru yang berhasil dicetak,” katanya.

Bahkan, MES berhasil mengembangkan jaringan kepengurusan hingga ke 22 negara.

“Ini adalah kado yang baik untuk Milad MES Ke-22 Tahun. Kami terus melakukan pelatihan, Intermediasi, dan Business Matching untuk mendorong ekspor produk halal. Awal tahun 2022 sudah dilakukan pelepasan ekspor kopi ke Oman, dan baru saja kemarin kopi ke Mesir dan rempah ke Ghana,” ujar Erick Thohir.

Industri Halal

Selain fokus ke pasar keuangan, paparnya, MES fokus mengembangkan industri halal. Salah satu programnya adalah edukasi, pendampingan sertifikasi produk halal, dan pelatihan pendamping proses produk halal (PPH).

“Alhamdulillah sudah ada 729 UMKM binaan dan 160 pendamping PPH dari MES tahun ini. Kita terus mengembangkan ekosistem kawasan kuliner halal berbasis komunitas, budaya, dan kearifan lokal. Piloting di Kampung Wisata Kauman Solo didukung penuh pemerintah daerah setempat; pembentukan, revitalisasi, dan optimalisasi badan-badan otonom MES untuk mendukung program pengembangan ekonomi syariah,” ujar Erick.

Erick menekankan ekonomi syariah nasional harus memainkan peran utama dalam pentas global. Oleh karena itu, MES terus mendorong kualitas produk halal yang memiliki standar tinggi. MES menerapkan Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 yang menjadikan MES sebagai satu-satunya organisasi ekonomi syariah tersertifikasi.

“MES juga mengembangkan, sosialisasi, dan piloting proyek skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) berbasis syariah. Selain itu terlibat aktif dalam Indonesia International Halal Fair di Singapura bekerja sama dengan BI. Insyaallah kita akan inisiasi di Arab Saudi,” ujar Erick. (rel)

-----------

Simak berita pilihan dan terkini lainnya di Google News

Pos terkait