Politeknik Negeri Samarinda Meriahkan Bulan Inklusi Keuangan dengan Kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Publik tentang Investasi Syariah di Pasar Modal Indonesia

Pelajar SMKN 4 Samarinda Dapat Wawasan Baru tentang Pasar Modal Syariah.

EKISNEWS – Pemerintah dan otoritas pasar modal Indonesia terus berupaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait investasi syariah di pasar modal. Salah satunya dengan adanya Bulan Inklusi Keuangan (BIK).

Bulan Inklusi Keuangan merupakan program yang dicanangkan oleh OJK untuk para pelaku industri keuangan agar lebih giat lagi dalam mengedukasi masyarakat dan mendekatkan diri kepada masyarakat.

Seluruh elemen masyarakat dapat turut andil dalam berbagai kegiatan BIK yang telah dicanangkan setiap bulan Oktober. Melalui program BIK ini, diharapkan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia dapat meningkat.

Rabu (4/10/2023), Politeknik Negeri Samarinda menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema “Sosialisasi & Edukasi Publik Investasi Syariah di Pasar Modal Indonesia” di SMKN 4 Kota Samarinda.

Bacaan Lainnya

Acara ini bertujuan memberikan pemahaman tentang investasi syariah dan pasar modal kepada pelajar, dengan harapan mereka dapat menjadi investor cerdas di masa depan.

Melalui kegiatan ini, pelajar SMKN 4 Samarinda beserta guru-gurunya mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang investasi syariah dan pasar modal, sehingga dapat membuka peluang bagi mereka untuk menjadi investor cerdas dan berkontribusi dalam perekonomian Indonesia.

Sosialisasi dan edukasi publik investasi syariah di pasar modal Indonesia ini mendapatkan sambutan yang positif dari pelajar dan guru SMKN 4 Samarinda.

Kegiatan dimulai dengan sambutan dari Kepala Sekolah SMKN 4 Samarinda, Tri Raharjo, yang diwakili oleh Bapak Sarianto. Beliau menyatakan bahwa pengetahuan tentang pasar modal seharusnya menjadi bagian dari berbagai bidang, seperti perbankan dan akuntansi secara mendalam. Ini adalah peluang bagi pelajar untuk memperluas pengetahuan mereka dan memahami investasi syariah yang dapat membantu mereka meraih cita-cita.

Narasumber pertama, Aldila Bandaro dari Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Kalimantan Timur memberikan pencerahan tentang investasi syariah di pasar modal.

Ia menjelaskan bahwa akan sangat berisiko jika seseorang hanya memiliki satu sumber penghasilan saja. Seseorang dapat memilih untuk bisa memiliki lebih dari satu sumber penghasilan, salah satu caranya adalah dengan berinvestasi.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya memiliki aset sebagai sumber penghasilan tambahan untuk mempermudah diri disaat sudah pensiun dari pekerjaan. Narasumber ini juga memberikan contoh investor sukses seperti Sandiaga Uno, Erick Thohir, dan Lo Kheng Hong.

Pada kesempatan yang sama, narasumber kedua, Muhammad Khozin Ahyar sebagai dosen dari Politeknik Negeri Samarinda, menjelaskan perbedaan antara pasar modal konvensional dan syariah. Ia juga menguraikan sejarah perkembangan pasar modal syariah di Indonesia, yang dimulai dari reksadana syariah pada tahun 1997 hingga Indonesia mendapat penghargaan sebagai The Best Islamic Capital Market yang diberikan oleh Global Islamic Finance Award (GIFA) selama kurang lebih 2-3 tahun berturut-turut.

Selain itu, ia menjelaskan tentang beragam produk pasar modal syariah terdiri dari reksa dana syariah, sukuk, saham syariah dan lain sebagainya.

Tidak lupa, dosen Politeknik Negeri Samarinda tersebut juga menjelaskan bagaimana proses seleksi suatu saham dapat dikatakan sebagai saham syariah, karena masih banyak yang beranggapan bahwa saham syariah dan non syariah sama saja.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang melibatkan para pelajar serta guru SMKN 4 Kota Samarinda. Berbagai pertanyaan-pertanyaan menarik dari para pelajar hingga guru bermunculan, seperti perkembangan bursa efek Indonesia di Samarinda, perbedaan obligasi syariah dan konvensional, serta informasi tentang pemilik saham terbesar dan perusahaan terbesar di Samarinda. Hal ini menunjukkan antusiasme serta ketertarikan para pelajar dan guru mengenai investasi syariah di Pasar Modal Indonesia.

Acara ditutup dengan game Kahoot, di mana Adli menjadi juara pertama dengan skor tertinggi.

Para peserta yang menjadi juara di dalam game tersebut mendapatkan reward berupa e-Wallet/uang elektronik. Setelah kegiatan berlangsung banyak peserta baik dari siswa maupun guru pendamping yang tertarik dan semakin sadar akan pentingnya berinvestasi dengan prinsip syariah.

Diharapkan dengan sosialisasi yang terus dilakukan, investasi syariah dapat semakin berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

-----------

Simak berita pilihan dan terkini lainnya di Google News

Pos terkait