RI Peringkat Pertama Wisata Halal Dunia, Pengusaha Hotel Ambil Peluang

EKISNEWS – Indonesia resmi menduduki peringkat pertama dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) 2023. Raihan posisi tersebut bakal memberikan keunggulan bagi para pelaku usaha pariwisata di Indonesia yang menggeluti wisata halal, termasuk subsektor perhotelan.

Direktur Utama PT Hotel Sahid Jaya International Hariyadi Sukamdani mengatakan, Hotel Grand Sahid Jaya sebagai salah satu unit bisnis di Jakarta turut mengambil bagian dari penyediaan fasilitas untuk mendukung wisata halal di Ibu Kota.

“Kebetulan kalau bicara ramah Muslim, memang kita memiliki fasilitas yang cukup lengkap bahkan kami punya masjid yang tidak hanya dipakai oleh tamu dan tapi juga melayani sekitar kawasan hotel,” kata Hariyadi dalam konferensi pers seusai rapat umum pemegang saham (RUPS) PT Hotel Sahid Jaya International di Jakarta, Senin (19/6/2023).

Bacaan Lainnya

Hariyadi menuturkan, dengan konsistensi pada penyediaan fasilitas ramah muslim, Hotel Grand Sahid Jaya juga banyak digunakan oleh tamu dari berbagai organisasi kemasyarakat Islam bahkan berbagai agenda Majelis Ulama Indonesia.

Hariyadi menuturkan, hal tersebut menjadi bentuk dari kepercayaan konsumen terhadap layanan ramah muslim oleh manajemen hotel.

“Itu yang sudah kami lakukan dan Alhamdulillah, sejauh ini komentar dari para tamu-tamu kami terkait dengan ramah Muslim cukup baik,” ujarnya.

Berdasarkan paparan perusahaan, rata-rata tingkat hunian Hotel Grand Sahid Jaya mencapai 31,9 persen atau turun dibandingkan tahun 2021 lalu sebesar 34 persen. Seiring dengan penurunan okupansi, terdapat kenaikan tipis tarif hotel dari rata-rata Rp 626.099 per malam menjadi Rp 629.863 per malam.

Lebih lanjut, Grup Sahid juga baru saja melebarkan sayap bisnis perhotelannya kepada pengelolaan hotel syariah.

Direktur Sahid Jaya Hengky Roy menambahkan, Sahid Hotels & Resorts baru melakukan re-launching kerja sama pengelolaan Hotel Sahid Azizah Syariah Hotel & Convention Center yang berlokasi di Kendari, Sulawesi Tengah.

Ia menjelaskan, hotel syariah pertama milik Sahid itu memiliki fasilitas bintang tiga. Dilengkapi dengan 85 kamar, 6 ruang pertemuan serta satu aula utama dengan hingga 2.000 orang.

“Rencananya dilakukan penambahan 10 ruangan dan swimming pool yang akan di esmikan pada semester kedua tahun 2023,” kata Hengky dalam kesempatan yang sama.

Hengky menjelaskan, pengelolaan hotel syariah pertama itu merupakan bagian dari salah satu pengembangan bisnis Sahid setelah membukukan kenaikan pendapatan sepanjang 2022 lalu.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, total pendapatan tahun lalu mencapai Rp 90,2 miliar atau naik 29,8 persen dari pendapatan 2021 sebesar Rp 69,4 miliar. Dari pendapatan tersebut, perusahaan berhasil mengantongi gross operating profit Rp 57,3 miliar atau meningkat 23,2 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 46,5 miliar.

-----------

Simak berita pilihan dan terkini lainnya di Google News

Pos terkait