Indonesia Harus Gencarkan Promosi Wisata Halal

Masjid Al-Hakim, Padang, Sumatra Barat, menjadi ikon wisata halal. – (ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)

EKISNEWS – Indonesia berhasil meraih peringkat tertinggi Global Muslim Travel Index (GMTI) 2023 dari Mastercard-Crescent Rating. Indonesia dan Malaysia berbagi tempat di puncak dengan sama-sama mengantongi skor 73. Sebelumnya, Indonesia juga sempat sama-sama berada di peringkat pertama GMTI bersama Malaysia pada 2019.

Ketua Persatuan Pariwisata Halal Indonesia (PPHI), Riyanto Sofyan, meminta Indonesia tidak terlalu jemawa dengan pencapaian tersebut. Menurut dia, pencapaian ini merupakan permulaan, Indonesia harus terus meningkatkan inovasi dalam pemasaran wisata halal.

“Ini baru permulaan, kita jangan tertidur, saat ini inovasi pariwisata kita sudah bagus tinggal promosinya yang ditingkatkan,” ujar Riyanto seperti dikutip dari laman Republika.id, Senin (5/6/2023).

Ia pun membandingkan Singapura yang mencoba menarik para wisatawan Muslim, dengan menggunakan penyanyi Maher Zain sebagai brand ambassador Singapore Tourism Board. Hasilnya, menurut Sofyan, sangat memuaskan. Promosi tersebut berhasil menembus hingga 47 juta views di saluran Youtube-nya.

Bacaan Lainnya

“Singapura saja yang bukan negara Muslim, promosi terhadap wisatanya seperti itu. Indonesia jangan mau kalah dalam promosi. Kita harus konsisten terus menerus perbaiki dan meningkatkan daya saing industri dan destinasi,” katanya.

Menurut dia, Indonesia sudah bagus dalam hal inovasi wisata halal. Terbukti selama dua tahun pandemi, berbagai inovasi di industri pariwisata terus bermunculan.

“Tren pariwisata setelah pandemi sangat berkonsep halal, mulai dari wisata yang menerapkan protokol kesehatan, responsible, family, outdoor, dan ada semacam nilai spiritual, dan salah satu dapat nilai plus inovasi Indonesia itu wisata the hidden gem dan nuansa baru seperti glamping,” katanya.

Sofyan menambahkan, Indonesia juga secara masif mengadakan berbagai kegiatan festival ramah Muslim pada 2022. Dia mengatakan Sofyan Hotel menjadi pihak mendapatkan penghargaan sebagai pionir pertama hotel syariah.

“Beberapa hal tersebutlah yang menjadi poin sehingga membawa peringkat pertama sama dengan Malaysia,” ujarnya.

Indonesia dipilih lembaga pemeringkat internasional itu sebagai Top Muslim Friendly Destination of The Year 2023. Indonesia berada di peringkat pertama bersama dengan Malaysia yang juga punya nilai sama tahun ini.

Indonesia pernah menjadi peringkat pertama pada 2019 dan Malaysia konsisten di peringkat satu sejak 2015.

Posisi selanjutnya ditempati Arab Saudi, Uni Emirate Arab, Turkiye, Qatar, Iran, Yordania, Bahrain, Mesir, Kuwait, Singapura.

Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) mengapresiasi pencapaian Indonesia meraih peringkat pertama dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) 2023. Direktur Industri Produk Halal, Afdhal Aliasar, Jumat (2/6/2023).

“Alhamdulillah Indonesia tahun 2023 meraih posisi peringkat 1 GMT 2023. Sekaligus mendapatkan penghargaan Top Muslim Travel Destination of The Year untuk Indonesia, dan award Stakeholder Awareness Campaign of The Year yang diraih oleh KNEKS bersama PPHI,” kata Direktur Industri Produk Halal, Afdhal Aliasar kepada Republika.id.

Capaian ini, menurut Afdhal, menunjukkan kerja keras Indonesia bangkit dari pemulihan ekonomi pascapandemi, salah satunya melalui pengembangan pariwisata ramah Muslim.

Upaya itu diapresiasi oleh dunia internasional dan membuat posisi Indonesia naik dari peringkat 2 pada 2022 ke peringkat 1 pada 2023.

“Tugas berikutnya tentu mempertahankan dan membuat pertumbuhan ekonomi ini benar-benar memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat, di antaranya pembukaan lebih banyak lapangan kerja dan pertumbuhan UMKM melalui industri halal,” katanya.

Berbagai negara saat ini sedang berlomba-lomba mengembangkan wisata halal, termasuk negara non-Muslim. Filipina, misalnya, fokus memosisikan dirinya sebagai destinasi ramah Muslim.

Otoritas pariwisata Filipina menegaskan hal tersebut setelah memenangkan penghargaan di Halal in Travel Global Summit tahun ini.

Wisatawan Muslim menjadi salah satu segmen penting di Filipina dan mengalami pertumbuhan tercepat. Pandemi Covid-19 telah menyebabkan wisatawan Muslim beralih ke Filipina seiring melambatnya aktivitas di Eropa dan China.

Meningkatkan kedatangan wisatawan asing dari Timur Tengah dan negara-negara mayoritas Muslim adalah salah satu tujuan prioritas Pemerintah Filipina. Hal tersebut lantaran nilai pasar perjalanan Muslim ditaksir mencapai 225 miliar dolar AS atau setara Rp 3.352 triliun pada 2028.

Upaya Filipina menjangkau pasar perjalanan Muslim telah menghasilkan sesuatu yang positif. Filipina berhasil meraih penghargaan Emerging Muslim-friendly Destination of the Year pada acara Halal in Travel Global Summit.

“Penghargaan ini merupakan penegasan dari upaya kolaboratif kami untuk memosisikan Filipina sebagai tujuan pilihan bagi wisatawan Muslim, dan secara strategis mengembangkan portofolio pariwisata halal kami di seluruh wilayah kami,” kata Sekretaris di Departemen Pariwisata Filipina, Cristina Frasco, dilansir Arab News, akhir pekan lalu.

Menurut Frasco, pengakuan global ini juga membuka peluang besar bagi Filipina untuk memperkenalkan budaya dan warisan negara yang kaya dan beragam. Mindanao menjadi salah satu tujuan wisata di Filipina yang berisikan komunitas Muslim minoritas.

Filipina merupakan negara dengan penduduk mayoritas beragama Katolik. Sementara jumlah komunitas Muslim hanya sekitar lima persen dari populasi negara itu yang berjumlah 110 juta.

Sebagian besar komunitas Muslim di Filipina tinggal di Pulau Mindanao dan Kepulauan Sulu. Dua lokasi tersebut dikenal sebagai lokasi indah dengan pantai berpasir putih dan perairan biru kehijauan.

Sedangkan, para wisatawan Muslim mencari restoran yang menyajikan makanan yang halal, atau diizinkan menurut hukum Islam. Wakil Menteri Pariwisata Myra Paz Valderrosa-Abubakar berharap dapat melanjutkan langkah besar dalam promosi pariwisata dan peningkatan ekonomi halal.

-----------

Simak berita pilihan dan terkini lainnya di Google News

Pos terkait