Wagub Emil Dardak Ajak Warga Jatim Perkuat Ekonomi Syariah

EKISNEWS – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengajak Forum Silaturahmi Studi Ekonomi Islam (FOSSEI) Jatim untuk ikut berperan memperkuat gerak kemajuan ekonomi Islam di Indonesia. Caranya dengan meningkatkan jumlah sumber daya manusia yang memahami hakikat dari ekonomi Islam atau yang biasa dikenal dengan ekonomi syariah.

“Tiap kampus saling menjalankan program ekonomi syariah ekonomi Islam tapi nggak cukup kalau tiap kampus ini sendiri-sendiri, maka melalui Fossei inilah dipertemukan silaturahmikan kelompok studi ekonomi Islam dari berbagai kampus, ini luar biasa,” ujarnya, Senin (17/7).

Emil yang juga Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jatim mengaku bangga bahwa Fossei telah menjadi bagian dalam menggodok persiapan sumber daya manusia (SDM) untuk mengembangkan ekonomi Islam di Indonesia. Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM yang memahami ekonomi syariah seyogyanya dibangun lebih dini.

Bacaan Lainnya

“Tentunya kita harus mulai benar-benar membangun body of knowledge yang mumpuni di organisasi-organisasi masyarakat keislaman seperti Nahdlatul Ulama punya Batsul Masa’il, Muhammadiyah ada lembaga tarjih, kemudian MUI juga punya tentunya komisi fatwa,” katanya.

Ia menjelaskan misi ekonomi syariah bukan hanya mengembangkan ekonomi Islam dalam tatanan masyarakat Islam. Tapi juga menggaungkan sebagai sebuah syiar bahwa agama Islam dan Al Qur’an mengajarkan bagaimana mendorong perekonomian yang lebih adil dan mensejahterakan bagi seluruh manusia semangat rahmatan lil alamin.

Ia menyebut Indonesia sangat berpotensi menjadi negara center of Islamic Economic. Lantaran Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Namun di sisi lain SDM di Indonesia belum banyak yang memiliki concern terhadap ekonomi Islam itu sendiri.

“Posisi itu harus kita rebut dengan cara meningkatkan jumlah SDM yang siap untuk kemudian menentukan positioning kita disitu. Sistem global saat ini lagi mencoba beradaptasi dengan sistem ekonomi Islam. Makanya kita perlu SDM yang mumpuni,” terangnya.

Oleh sebab itu, Emil menekankan kepada Fossei untuk terus berada di lini yang fokus pada perkembangan ekonomi syariah di Indonesia. Dirinya meyakini Fossei yang beranggotakan para mahasiswa dari prodi ekonomi Islam ini mampu mencetak SDM yang mumpuni di bidang ekonomi Islam ke depan.

“Harus luas literaturnya, harus memahami apa yang terjadi di tatanan Global di dalam sistem ekonomi makro kemudian kaca mata ekonomi Islamnya kita gunakan untuk menggali relevansinya, saya yakin rekan-rekan semua bisa melakukan itu,” tuturnya.

Tak hanya itu, Emil juga berpesan agar Fossei memiliki semangat untuk terus mengexplore pengetahuan di bidang ekonomi syariah. Ia juga menyarankan agar Fossei juga tidak melulu memahami literasi-literasi ekonomi syariah tetapi melihat dan selalu update dengan perkembangan ekonomi global.

Mantan Bupati Trenggalek itu juga menekankan bahwa perlunya peran Fossei dalam sosialisasi kepada masyarakat luas terkait makna penggunaan diksi halal di sektor-sektor pariwisata. Hal ini penting karena hal ini dapat meredam adanya penolakan di masyarakat saat ada program yang menggunakan kata ‘halal’.

“Bukan yang sifatnya eksklusif mengasingkan orang non muslim, menghentikan orang non muslim untuk bisa bertransaksi dengan baik, seakan-akan yang boleh datang ke tempat wisata itu hanya umat Islam, padahal bukan itu, maka diubah terminologinya menjadi muslim friendly tourism, anyone can come,” pungkasnya.

-----------

Simak berita pilihan dan terkini lainnya di Google News

Pos terkait